Bahaya Phobia
DENPASAR, BALIPOST.com – Pernah merasa takut terhadap suatu hal, misalnya takut kecoa, tikus dan lainnya. Dalam dunia kedokteran, khususnya spesialis kesehatan jiwa, itu disebut phobia. Phobia termasuk gangguan jiwa ringan. Bahkan, phobia bisa berbahaya karena bisa mengganggu fungsi sosial manusia.Menurut dr. Ni Ketut Sri Diniari, Sp.KJ, phobia adalah ketakutan terhadap suatu hal, memiliki objek ketakutan yang jelas. Rasa cemas juga termasuk gangguan jiwa, namun cemas tidak memiliki objek yang jelas.
Secara garis besar, phobia dibagi menjadi tiga yakni agoraphobia, sosial dank has / spedifik. Agoraphobia adalah takut pada keramaian. Bisa juga takut pada suasana sepi. Orang yang memiliki phobia ini, akan merasa ketakutan, kemudian muncul rasa cemas tingkat tinggi. “Mereka merasa terdesak, seperti akan mati,” ujarnya.
Sedangkan, phobia sosial takut dinilai oleh orang lain. Misalnya, tidak berani makan di tempat umum, tidak berani tampil di depan umum. “Fokus pada penilaian dirinya sendiri,” imbuhnya. Yang terakhir, phobia khas/spesifik. Phobia ini biasanya takut pada suatu objek tertentu. Seperti, takut kecoa, tikus dan takut ketinggian serta lainnya.
Seseorang mengalami phobia, disebabkan dua hal. Di antaranya, faktor genetik dan pola asuh. Faktor genetik, maksudnya, orang tersebut telah memiliki bakat ke arah phobia. “Mungkin ibunya takut akan hal tertentu, sehingga bahan dari ketakutan juga ada pada keturunannya,” tuturnya. Sementara, Pola asuh yang dimaksud yaitu menanamkan suatu ketakutan pada anak dari sejak kecil, sehingga ketakutan tersebut tertanam.
Sama halnya dengan penyakit lain, phobia pun dapat disembuhkan,http://ayunurhidayat.blogspot.co.id/2015/11/cara-atasi-phobia.html#more Phobia dapat disembuhkan dengan tiga terapi yaitu farmakoterapi yaitu dengan terapi obat-obatan. Misalnya terjadi perubahan neurotransmiternya atau hormon serotoninnya rendah, bisa diobati dengan obat-obatan. “Kadang juga konstruksi otaknya berbeda,” ujar Dini. Terapi kedua yaitu psikoterapi, dan terapi ketiga yaitu memanipulasi lingkungan. (citta maya/balipost)
0 komentar: